Insto, The Best Travel Buddy in Travelling




Bagi seorang single mom seperti aku, momen yang paling lama dinantikan itu bukan THR atau ketika mendapat arisan hehehe tapi hal yang selalu dinantikan adalah liburan bersama keluarga. Travelling memang hal yang mewah buat kami sekeluarga. 

Udah dua tahun ini, kami menabung. Bikin "celengan Bromo" dari uang sisa belanja. Anak-anak bahkan udah bikin list: mau naik kuda, mau ke kawah dan mau foto di depan jeep.

Aku juga punya usaha kecil-kecilan yaitu jualan baju online. Jadi setiap selesai mengajar, aku juga harus tetap update status, balas chat customer, dan live jualan. 

Dan di tengah semua persiapan bahagia itu, saya baru sadar bahwa gejala Mata SePeLe itu Jangan Disepelein!


Ketika SEpet, PErih, dan LElah Itu Muncul


Tiga minggu sebelum keberangkatan Adalah saat yang paling sibuk. Pagi berangkat ngajar pukul 7 sampai pukul 15. Lalu malamnya jam live jualan di TikTok dan membalas 200 lebih chat customer. Sambil packing orderan tentunya.

Pukul 12 malam baru membuka laptop. Mencari tiket murah, booking hotel, bikin itinerary, edit foto produk dan masih banyak lagi.

Hari ke-5 terus menerus begadang gini, mataku mulai SEpet Bangun tidur rasanya kayak ada pasir. Tapi kupikir "Ah biasa, kurang tidur. Nanti waktu di hotel pasti bisa tidur yang nyenyak.

Aku menyiapkan semua hal-hal yang diperlukan untuk perjalanan ke Bromo, seperti print voucher hotel. Di sekolah dan di rumah, AC menyala 24 jam. Belum lagi panasnya lampu ringlight pas live. 

Mata mulai PErih. Perih kalau kena angin motor pas berangkat mengajar. Air mata keluar sendiri. Tapi aku cuekin. "Tinggal seminggu lagi. Ayo, Kuat!"

Puncaknya H-1, aku di terminal menunggu jemputan travel, sambil menunggu, aku tetap live jualan dari HP. Sambil motret anak-anak buat feed IG. Layar HP + layar bandara + lampu semua silau di mata. 

Ketika sudah di perjalanan, mata LElah banget. Berat. Ngantuk tapi nggak bisa tidur karena perih tiap merem.


Bagaimana Mata Kering Mengubah Momen yang Sudah Lama Dinantikan

Hari pertama di Bromo, Harusnya hari paling indah. Tapi yang terjadi adalah: 

1.  Tidak bisa menikmati sunrise di Bromo. Mata terasa silau banget melihat langit. Alih-alih foto, saya malah merem dan ngelap air mata terus. Sampai anakku tanya: "ibu kok nangis?"

2.  Gak fokus foto. Aku yang megang HP. Tapi layar HP bikin mata makin perih. Hasilnya foto blur semua. Momen naik kuda di juga aku lewatkan, setengahnya karena nutup mata.

3.  Orderan jadi berantakan Malamnya aku tetap live dari hotel. Salah sebut harga karena mata kabur melihat komentar. Ada 2 customer yang komplain. Ya Allah sedihnya.

4.  Gak bisa naik Jeep dengan nyaman. Siangnya pengen ke bukit teletubbies. Tapi mata perih kena angin. Akhirnya batal. Kami cuma di hotel. 

Aku merasa bersalah banget. Udah nabung 2 tahun, udah jauh-jauh ke Bromo, tapi aku malah menghabiskan waktu buat kompres mata di kamar hotel. 

Momen yang harusnya jadi kenangan terindah sama anak, hampir saja rusak.

Tips Mengatasi Mata Kering 

Dari Bromo aku belajar. Traveling dan kerja online itu kombinasi paling rawan mata kering.

Kenapa?

1. Layar nonstop. HP buat jualan, laptop buat booking, kamera buat foto

2  Angin & AC baik Di mobil maupun di hotel

3. Lelah dan Kurang tidur. Biar bisa mengejar sunrise

4. Lupa minum karena sibuk jalan sampai dehidrasi


Ini tips yang sekarang selalu aku bawa tiap traveling:

1. Aturan 20-20-20 Versi Traveling

Tiap 20 menit lihat HP, dongakkan kepala. Liat pemandangan 20 detik. Pas di mobil, lihat pemadangan. Pas di gunung meliat pohon-pohon.

2. Botol Minum selalu ada di tas

Dehidrasi di perjalanan itu mengakibatkan mata kering. Sekarang aku wajib minum 2L sehari walau lagi jalan.

3. Kacamata Hitam dan topi itu wajib

Buat ngurangin silau dan angin. Apalagi pas naik motor atau di pantai.

4. Kompres Dingin Pakai Air Mineral

Di hotel, basahin tisu pakai air mineral dingin, tempel 5 menit. Ampuh buat ngilangin perih setelah seharian jalan.

5. Tidur Cukup

Dulu selalu mau kejar semua spot. Sekarang  memilih 2 tempat aja per hari. Biar ada waktu istirahat mata.


6. Jangan Anggap Sepele

SEpet-PErih-LElah itu bukan "capek biasa". Itu tanda mata butuh bantuan.

Menemukan Insto Dry Eyes dan Pengalaman Menggunakannya

Pulang dari Bromo, aku langsung ke dokter mata, karena mataku semakin sakit.

Dokter bilang: "Ini mata kering karena kelelahan dan kebanyakan melihat layar. Coba pakai pelumas mata yaitu Insto Dry Eyes bagus, banyak pasien saya cocok."

Botolnya kecil cuma 7.5ml. Gampang masuk pouch make up. Pertama memakai 1 tetes, rasanya dingin, terus lega. Rasanya kayak mata habis dicuci. Bisa melek normal lagi. Sekarang Insto Dry Eyes jadi travel buddyku

1.  Sebelum naik kendaraan, Biar mata gak kering karena AC.

2.  Sebelum live jualan malam, Biar kuat 2 jam

3.  Sebelum foto-foto, biar mata gak merah di foto

4.  Sebelum tidur, 9 Biar bangun pagi mata seger buat jalan lagi. Kalau Ibu Sehat, Petualangan Jalan Terus.

Jadi single mom itu harus kuat. Harus jadi ibu, jadi ayah, jadi tulang punggung, sekaligus jadi teman main. Kita sering lupa sama diri sendiri. "Ah mata perih dikit, nanti juga sembuh. Yang penting anak happy."

Padahal kalau kita sakit, siapa yang jagain anak? Siapa yang lanjutin usaha? Jadi pesanku Gejala Mata SePeLe Jangan Disepelein yaa..

SEpet? PErih? LElah? Dengerin. Istirahat. Minum. Dan sedia Insto Dry Eyes di tas.

Karena dunia ini luas. Masih banyak gunung yang harus kita lihat bareng anak. Masih banyak matahari terbenam yang harus kita foto bareng.  Jangan sampai kita melewatkannya hanya karena mata kita kering ya..



Comments